Jumat, 27 Maret 2020

Wake Up Call



Selamat malam all..

Sedikit sharing..
Pas lagi liat instagram dan liat postingan ini dan baca nama-nama yang ikut doa bersama Wake Up Call besok saya merasa connect..

Suzette Hattingh itu pendoa syafaatnya almarhum Reinhard Bonnke.. Saya dari dulu sering banget denger namanya.. Ehhh satu kali dia bikin doa di pluit.. Wuihhh langsung dateng dan luar biasa banget emang kita pas doa sama-sama.. Waktu itu khusus doain Indonesia.. Beliau hatinya untuk Papua.. diminta Tuhan stay di Papua.. Bikin sekolah-sekolah di Papua.. Tapi Tuhan bilang Papua itu bagian dari Indonesia jadi harus doain Indonesia juga.. Inget banget pas itu kita doa dan deklarasi agar terang Tuhan turun atas Jakarta atas Indonesia.. Kita mengawal pilpres terakhir kemarin.. Ini ayat yg kita deklarasikan waktu itu :

Daniel 2:21-22 (TB) 
Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;
Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.

Inget banget ga lama setelah itu terkuaklah kasus Ratna Sarumpaet itu.. God is awesome!!!

Terus yang Rick Ridding (Jerusalem) Tuhan pertemukan sama saya waktu saya mau minta link dan didoain sama Pak Tony Mulia dari Jaringan Doa Nasional sebelum doa keliling di Papua tahun 2015.. Sehabis ibadah di House of Worship kami diinfokan bahwa sorenya akan ada praise and worship bersama hambaNya Rick Ridding dari Jerusalem. Akhirnya saya dan teman-teman jadi ikutan praise and worship bareng.. Saya dan team yg berangkat didoakan dan diurapi sama beliau dan istrinya.. Wow privilege banget Tuhan kasih..

HambaNya Rick Ridding cerita beliau buat pujian dan penyembahan non stop 24 jam dari 3 generasi..  Anak2, pemuda dan orangtua di Succat Hallel Jerusalem.. Dan Tuhan taruhkan di hatinya bangkitkan pujian penyembahan 3 generasi di Indonesia..

Itu makanya Roh Kudus gerakin saya sama mama dan nenek saya doa sama-sama di rumah.. Confirmation waktu ketemu hambaNya Rick Ridding.. How great is our God!!

This is the time for us.. To be united in prayer and in worship..

All the glory to our beloved God!!  Jesus bless you all 😇😇💝💝

Senin, 23 Maret 2020

Oceans (where feet may fail)

He reminds me again to keep our faith .. God reminds me again to continue to BELIEVE through this song ..

Even though God seems to have brought us into the sea.. A place where we cannot do anything as a human.. We are weak and cannot even survive..

And in our minds we will definitely choose to swim and try to float so as not to sink. Especially in the middle of the sea is the place I dislike the most, I'm uncomfortable and make me feel scared as a human..

But God reminds us, if we use our own thoughts and ways that will only make us feel tired .. And maybe finally despair because of our limitations ..

And once again He said, TRUST ME! While reaching out His hand to hold my hand .. Because He wanted to take me deeper into the vast ocean to show me how beautiful the underwater scenery that I had never seen before ..

Every now and then he looked at me and smiled as if trying to convince me everything would be okay because he was with me ..

Even though it might not be easy for us to trust and surrender to all the conditions and situations that exist today but that is only the best choice you can choose right now dear friends ..

He is still the same God, who made Moses split the sea ...

He remains the same God who provided the pillar of cloud and pillar of fire for the Israelites for 40 years in the wilderness ..

He is still the same God who feeds 5000 men and their families with only 5 breads and 2 fishes ..

He is still the same God whose heart is full of compassion for the sick, the blind to see, the lame walk, the lepers become clean, even the dead are raised!

He is a POWERFUL GOD !! ALMIGHTY GOD !! And He never change !! Don't change first, now and forever!

He is working on miraculous and extraordinary things in my life, in your life, for Indonesia and for all nations.

Thy kingdom come
Thy will be done
On earth as it is in heaven

Praise, honor and glory for the name of the Lord Jesus Christ! Immanuel! 🙏🙏🙏💝💝💝🔥🔥🔥https://youtu.be/6GGFb6LcX3U

Rabu, 13 November 2019

LOVE for Indonesia

Hi all..

mau share lagi kemarin pas saya liat flyer di IG JHOP (Jakarta House of Prayer) tentang LOVE for INDONESIA acaranya itu 9 hours non-stop worship. Sebenernya udah lama banget saya liat flyer itu karena acaranya diadakan setiap Selasa minggu kedua tiap bulannya. Tapi baru semalem kesampean dateng.


Pas siangnya di tag IG Storynya Dimas temenku yang juga lagi di JHOP.. makin kepingin banget untuk dateng kesana.

 Akhirnya saya tiba di JHOP sekitar jam 7 malam. Sempet ketemu Dimas tapi hanya sapaan sebentar, dia isi sesi yang jam 5-7 ternyata dan sudah mau pulang.

Begitu masuk ke ruangan belum ada orang hanya ada 1 orang yang duduk di kursi dan 5 orang wanita yang mengisi praise and worship di stage. Saya memilih duduk di barisan agak depan. Baru aja duduk tiba-tiba di dalam hati seperti ada yang bicara, "mau ga kamu nari untuk-Ku malam ini?". Langsung mendadak sakit perut, terus saya kayak nego boleh ga narinya dari kursi yang aku duduk aja.. Tapi aku tau banget hati tuh kayak ga bisa diem kalau ga diikutin permintaan-Nya.. Alhasil aku nurut deh maju ke depan stage terus langsung nari disitu.. Sepanjang nari aku merem aja biar ga liat orang-orang karena pasti bikin aku jadi ga bisa nari.
Pas udah nari sih sebenernya Roh Kudus yang gerakin jadi tinggal ikutin aja kemana gerakanNya.. oia terus aku bilang sama Tuhan pengen nari sama Tuhan semalem and tiba-tiba tanganku kayak keangkat yang kiri kayak pegang bahu dan yang kanan kayak pegangan sama tangan lain.. ahhhhhhh SENENG BANGET

Sepanjang nari Tuhan ingetin kalau JHOP itu kan posisinya di pusat kota jadi Tuhan mau ada tari-tarian dan nyanyian baru disitu. Terus tiba-tiba mulutku kayak niupin udara, dan Tuhan bilang "tiupkan nafas kehidupan-Ku atas Indonesia". 

Dan diingetin juga soal LARON yang dulu Tuhan pernah bukain ke aku.. Seperti laron yang selalu mencari terang, dan laron yang di dalam kegelapan lama-kelamaan akan jatuh ke bawah tidak bisa terbang lagi, karena itu laron itu membutuhkan terang.. Demikian juga orang-orang yang berada dalam kegelapan hidupnya memerlukan terang Kristus yang tinggal di dalam hidup kita. Mereka membutuhkan kita, anak-anak Allah yang memancarkan terang Kristus. Terang Kristus yang ada di dalam hidup kita akan menarik orang-orang yang berada di dalam kegelapan itu untuk menemukan Sang Terang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus yang menyelamatkan hidup mereka.

Wowww cuma bisa speechless dengan cinta-Nya Tuhan atas Indonesia. Atas jiwa-jiwa yang ada di Indonesia.. semalam ngerasain cintaNya dan hatiNya ga tahan langsung melting deh..

Terus pas di sesi akhir diminta siapa yang mau untuk bacain ayat, deklarasi or doa gitu. Roh Kudus ingetin saya ayat tentang destiny Indonesia 

Yesaya 42:10-12

"Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau."

Mikha 2:13

"Penerobos akan maju di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan akan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, TUHAN sendiri di kepala barisan mereka!".

Roh Kudus juga menggerakan saya untuk memperkatakan :
LOVE over PAPUA
LOVE over MERAUKE
LOVE over RAJA AMPAT
LOVE over SULAWESI
LOVE over NTT & NTB
LOVE over BALI
LOVE over MALUKU (AMBON)
LOVE over JAWA
LOVE over KALIMANTAN
LOVE over SUMATRA
LOVE over BATAM
LOVE over BANGKA - BELITUNG
LOVE over SABANG

DATANGLAH KERAJAANMU JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DI SURGA.

All the glory to our AMAZING GOD JESUS CHRIST!



Sabtu, 12 Oktober 2019

Invisible Prisons

Seringkali baik kita sadari ataupun tidak sadari kita membuat banyak ekspektasi baik itu kepada Tuhan, kepada relationship kita, kepada karir kita, kepada masa depan kita, kepada keluarga kita, kepada kesehatan kita dan lain sebagainya.

Dan seringkali juga apa yang ada di pikiran kita, apa yang menjadi ekspektasi kita, apa yang menjadi pengharapan kita, membuat kita terjebak, lebih tepatnya membuat kita terpenjara dalam ekspetasi kita. Makanya saat segala sesuatu yang terjadi diluar "penjara ekspetasi" kita, maka pastinya akan membuat kita merasa kecewa bahkan sangat kecewa.

Bahkan kita pun bisa atau mungkin seringkali merasa kecewa kepada Tuhan.. Karena kita berpikir atau berharap atau percaya Tuhan akan melakukan ini dan itu, Tuhan akan memberikan ini dan itu sesuai dengan ekspektasi kita.

Kita tanpa sadar membuat "invisible prisons / penjara yg tdk terlihat" di dalam diri kita sendiri. Kita hanya berfokus pada apa yang kita percayai atau kita harapkan terjadi atau kita harapkan untuk Tuhan lakukan bagi kita.

Bahkan hal yang tadinya menjadi dasar keyakinan kita seakan-akan menjadi luntur dan lenyap.. Kita menjadi ragu dan takut.. Kita menjadi kuatir dan akhirnya kecewa.

Padahal firman Tuhan berkata :

Tuhan bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. (Roma 8:28)

Rancangan Tuhan bukanlah rancangan kita dan jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Karena pikiran manusia itu sangatlah terbatas. Sedangkan Tuhan itu Maha Besar dan Ajaib. (Yesaya 55:8-9)

Apa yang tak pernah dilihat mata, yang tak pernah didengar telinga, yang tak pernah timbul di dalam hati, itu yang Tuhan sediakan bagi kita. (1 Korintus 2:9)

Justru saat Tuhan ijinkan hal-hal terjadi diluar "invisible prisons" kita, terjadi jauh diluar ekspektasi kita, itu karena Tuhan ingin MEMBEBASKAN kita dari penjara di pikiran kita yang membatasi kita untuk melihat gambaran dan rancangan besar Tuhan di dalam hidup kita.

Tuhan ingin melatih iman kita untuk bertumbuh dan terus bertumbuh.. Tuhan ingin kita semakin mengenal-Nya.. Mengenal kebesaran-Nya.. Mengenal kasih-Nya.. Mengenal kuasa-Nya lewat hal-hal yang diijinkan terjadi diluar penjara pikiran yang selama ini membelenggu hidup kita. Yang membatasi pertumbuhan hidup kita, yang membatasi mata rohani kita untuk bisa melihat rancangan Tuhan yang JAUH LEBIH BESAR, JAUH LEBIH DAHSYAT dari yang pernah kita pikirkan dan harapkan.

Bersyukurlah dan tetap percaya di masa-masa sukar di dalam hidupmu. Karena Dia adalah Gembala yang baik. Yang selalu bersamamu melewati lembah kekelaman. Yang selalu menyertaimu melewati badai kehidupan dan yang begitu mengasihimu bahkan sampai rela mati bagimu supaya kamu menerima hidup kekal bersama-Nya.

All the glory to our beloved Jesus! Be blessed!

Jumat, 11 Oktober 2019

Worship Class JHOP

Dari 2 hari yang lalu pas liat di IG soal event di JHOP bertema WORSHIP CLASS langsung kepingin bangett dateng..


Terus akhirnya today pulang kerja langsung kontekan sama Lina my bestfriend buat barengan kesana.. Sempet ragu karena pas pulang dari kantor kayak mendung gitu terus pas mau jalan ke rumah Lina juga udah sempet ada tetesan air.. Sempet kayak bisa ga yah dateng ke JHOP.. Tapi sempet doa di motor Tuhan pleasee jangan ujan dong kepingin banget ikut Worship Classnya Tuhan.. Dan well makin mendekati rumah Lina gerimisnya makin kerasa dan bahkan pas mau jalan dari rumah Lina gerimisnya makin gede.. Tapi kita tetep jalan aja di motor juga ngobrol aja cuekin gerimisnya.. Puji Tuhan baru sebentar aja itu gerimis ilang..

Dan well ternyata emang special bangettttt..
What a wonderful nightttttt.. 😍😍😇😇💜💜

Thank YOU my lovely Jesus for Your amazing love.. So blessed and full with Your love and amazing grace.. 💝💝💜💜😘😘

Thank you especially for JHOP yang udah bikin event ini and also for @radityaoloan and @joannaalexandra yang udah kasih hatinya utk sharing malam ini.. Keep on fire guys! 😇😇❤❤

Well, seperti biasa Tuhan selalu dan selalu bikin aku merasa menjadi orang yang sangat special for Him.. Pas lagi doa dan nyembah Tuhan tiba2 @radityaoloan nanya disini ada yang namanya Anita?ga tau kenapa pas dia nanya gitu hati aku kayak ngerasa gimana gitu.. Kayak ngerasa I think that's me deh yang dimaksud.. Maybe karena namaku agak ga familiar which is VINITA jadi pastor Radit nangkepnya Anita.. Hihihi..

Apalagi pas ditanya berkali2 ga ada yang angkat tangan makin yakin nih hati aku.. Apalagiiiii pas pastor Radit share pesen Tuhannya langsung tektok sama hati aku dan ga bs nahan lagi deh airmata ngalir terus langsung.. THANKYOU so muchhhh my dearest God!! You always know how to touch my heart deeply.. As always Love 💝💝😘😘😇😇

Radit bilang seperti melihat kolam renang dan tembok2 pembatasnya dirubuhkan dan jadi sungai.. I know my God sudah merubuhkan setiap keterbatasan yang selama ini membuat aku merasa tidak mampu, tidak sanggup.. Dan Dia memperluas wadahku, mengubah cara pandangku, fokusku dari sebuah kolam renang menjadi sungai yang bersumber kepadaNya.. Yang AIRnya terus mengalir dan mengalir dan tidak akan pernah kering.. Membasahi setiap hati yang kering.. Membasahi setiap hati yang gersang.. Menyegarkan dan menghidupkan kembali.. The Living water, His words, His promises yang akan terus membersihkan dan memulihkan hidup kita 😇😇😇

And Radit said that God will give a new revelation.. Pewahyuan yang baru.. Yessss aku terima di dalam hidupku Tuhan Yesus yang sangat baik, teramat baik.. 💝💝

Ditambah lagi ketemu sama super special baby Kimberly and orangtuanya yang juga super amazing.. Makin amazed sama yang sudah dan yang sedang Tuhan kerjakan lewat keluarga ini.. So proud of you miracles baby Kimberly.. 💜💜💜 baby dengan penyakit langka yang bahkan penyebabnya aja dokter belum tau.. Dan denger cerita dari mama papanya makin amazed banget deh sama Tuhan..

You are the best Director ever.. So, i will just believe to see the great story of You through my life..

Let Your kingdom come.. Let Your will be done on earth as it is in heaven.. 😇😇💜💜




Kamis, 18 Oktober 2018

Trip to Pulau Tidung

July 15th, 2018

Late post nih dari beberapa bulan lalu. Baru sempat nulis lagi hehehe.. :)

Waktu beberapa bulan kemarin sewaktu doa bersama team Ecclesia di Rempoa, kami mendapat pesan untuk berdoa di Kepulauan Seribu. Pesan-Nya juga kami berdoa disana dan membawa cinta-Nya Tuhan atas tempat yang kami datangi. Saya seperti melihat sewaktu kami berdoa awalnya gelap gulita tidak kelihatan apa-apa, kemudian perlahan seperti ada warna merah muda dan biru muda yang mulai menyebar di kegelapan tersebut. Akhirnya kami memutuskan saat berdoa di Kepulauan Seribu kami akan mengenakan pakaian berwarna merah muda dan biru. Warna merah muda itu sebagai profetik cinta Tuhan atau love of God dan warna biru sebagai profetik damai sejahtera Tuhan atau peace of God.

Setelah beberapa waktu mencari informasi dan pemetaan mengenai Kepulauan Seribu akhirnya saya dan beberapa teman berangkat ke Pulau Tidung, salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Dan ternyata saya percaya tidak ada yang kebetulan, di Pulau Tidung ini ada tempat yang namanya Jembatan Cinta, konfirmasi dengan doa bahwa kami datang membawa cinta Tuhan.

Puji Tuhan sehari sebelum kami berangkat saya diingatkan untuk berdoa di menara doa Mission House, Baywalk untuk ambil api disana. Karena posisi menara doanya itu di Condominium yang dibangun diatas laut yang nyambung dengan laut menuju ke Kepulauan Seribu. Lalu saya pun dapat hikmat saya dan team menginap saja di Mission House karena untuk berangkat ke Pulau Tidung itu naik kapal dari Pelabuhan Muara Angke jam 6 pagi sudah harus tiba disana katanya. Posisi menara doa dengan pelabuhan itu sangat dekat sekali. Saya percaya tidak ada yang kebetulan. Tuhan atur semuanya sedemikian rupa. Tidak kebetulan kalau saya bisa join dengan menara doa Mission House tersebut.

Saya coba menghubungi teman saya Vina yang menjadi penjaga menara doa Mission House tersebut. Dan puji Tuhan responnya positif, begitupun Pastor Matthew pendiri Mission House ini. Beliau merespon baik saat saya meminta ijin untuk bisa berdoa bersama team subuh di tanggal 15 Juli 2018, untuk persiapan berdoa keliling di Pulau Tidung. Kami pun diijinkan menginap dari malamnya. Bahkan malamnya saya dan team bisa sharing dengan Opa Paul dan Oma, papa dan mama dari pastor Matthew. Bahkan kami diberkati sekali karena didoakan oleh Opa untuk persiapan doa di Pulau Tidung.

Puji Tuhan, God is awesome! Semua sudah Tuhan atur dengan luar biasa baik sehingga kami bisa beristirahat dengan baik dan bisa beristirahat lebih lama karena kami menginap di tempat yang sudah dekat sekali dengan Pelabuhannya. Jam 03.00 WIB saya sudah terbangun dan jam 04.00 saya membangunkan anggota team lainnya berikut Vina dan juga Virgie teman doa di Mission House yang mau ikut mengawal kami dalam doa persiapan sebelum berangkat ke Pulau Tidung. Selesai doa kami langsung bersiap-siap menuju ke Pelabuhan Muara Angke. Bahkan Opa Paul pun ikut terbangun dan menghantarkan keberangkatan saya dan team dari ruangan Condominium.

Kami memesan Go-car pagi itu. Puji Tuhan cuaca cerah dan sangat baik. Saya berangkat dengan kedua teman saya kak Donna dan Lukas. Hanya beberapa menit kamipun sudah tiba di Pelabuhan Muara Angke. Lalu kami langsung ke loket pembelian tiket dan membeli tiket menuju ke Pulau Tidung. Kami sempatkan sarapan dan berfoto bersama dahulu sebelum naik ke kapal. Kami memilih duduk di dek atas karena katanya goyangannya lebih sedikit terasa. Tapi tetap saja saya mabuk laut. Padahal sudah minum antimo juga. Saya hanya diam saja menikmati rasanya. Puji Tuhan tidak sampai muntah.

Image may contain: Aliam Sutedja, Abigail Donna Yusti and Vinita Vindriany, people smiling, outdoor and closeup


Image may contain: Abigail Donna Yusti, Vinita Vindriany and Aliam Sutedja, people smiling, people standing and outdoor

Image may contain: Abigail Donna Yusti, Aliam Sutedja and Vinita Vindriany, people smiling

Dan akhirnya setelah kurang lebih 2 jam perjalanan kami tiba di pelabuhan Pulau Tidung. Puji Tuhan penyertaan Tuhan sempurna atas kami. Begitu tiba kami pun menanyakan ke loket tiket untuk kembali ke Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke karena kami tidak berencana menginap. Dan ternyata kapal yang murah seperti kami berangkat sudah habis tiketnya, maka akhirnya kami membeli tiket kapal cepat karena hanya itu yang masih tersedia tiketnya. Baru setelah itu kami berjalan menuju ke pintu keluar dari pelabuhan. Banyak yang menawarkan kendaraan untuk mengelilingi Pulau Tidung tersebut.

Setelah kami diskusi akhirnya kami memutuskan untuk naik becak motor karena pas sekali itu bisa menampung 3 penumpang. Yang 2 di dalam becak dan 1 dibonceng di motornya.


Image may contain: Aliam Sutedja and Abigail Donna Yusti, people smiling, people sitting, selfie, mountain, sky and outdoor

Kami langsung menuju ke Jembatan Cinta. Sepanjang perjalanan menuju Jembatan Cinta kami bersenda-gurau dan sangat senang sekali menikmati naik becak dan melihat pemandangan sekitar.


Image may contain: ocean, sky, bridge, outdoor, nature and water


Image may contain: sky, ocean, outdoor, water and nature


Di sepanjang Jembatan Cinta ini ada titik-titik pemberhentian dan di setiap pemberhentian itu ada batu bertuliskan kata-kata yang masih berkaitan dengan percintaan.

Image may contain: text


Image may contain: 2 people, including Aliam Sutedja, people smiling, people sitting, people standing, ocean, bridge, sky, child, outdoor and water




Di sepanjang Jembatan Cinta itu kami menikmati keindahan ciptaan Tuhan dan bersyukur sekali diberikan kesempatan untuk menikmatinya. Kami juga sambil menyanyikan lagu cinta untuk Tuhan dengan penuh sukacita. Di setiap pemberhentian saya deklarasi biar setiap tulisan di batu itu bukan hanya cinta antara kedua insan, tapi juga cinta antara Tuhan dan manusia. Biar ada ikatan yang kuat, cinta sejati yang hanya ada di dalam Tuhan, biar itu mengalir atas Pulau Tidung dan mengalir ke pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Di atas Jembatan Cinta itu juga kami berdoa dan bersepakat biar kasih Tuhan mengalir dengan kuat atas Pulau Tidung dan pulau-pulau lainnya. Mengalir atas laut. Sehingga orang-orang yang datang berkunjung maupun penduduk di Pulau-Pulau ini boleh merasakan cinta dan kebaikan Tuhan di dalam kehidupan mereka. Dan hidup mereka hanya terikat dengan Tuhan.

Image may contain: 3 people, including Aliam Sutedja and Abigail Donna Yusti, people smiling, people standing, ocean, beach, sky, outdoor, nature and water


Image may contain: Abigail Donna Yusti, Vinita Vindriany and Aliam Sutedja, people smiling, people standing, outdoor, water and nature





Image may contain: one or more people, people standing and outdoor



Image may contain: Abigail Donna Yusti, Vinita Vindriany and Aliam Sutedja, people smiling, people standing, hat, outdoor, nature and water



Pulau Tidung sangat kecil maka tidak perlu waktu lama untuk kami bisa mengelilingi Pulau tersebut. Kami sempat membagikan kemanisan juga kepada anak-anak yang tinggal di Pulau Tidung. Biar mereka merasakan kemanisan dalam hidup mereka.


Image may contain: 5 people, including Abigail Donna Yusti and Aliam Sutedja, people smiling, people sitting


Mereka senang sekali sewaktu diberikan permen dari kami. Dan kamipun ikutan senang melihat senyum di wajah mereka. Puji Tuhan. God is so good.

Tak terasa haripun sudah mulai sore. Kami sempat makan dulu sambil menunggu kapal berangkat kembali ke Pelabuhan Muara Angke. Karena perut sudah mulai memberikan kode tanda mulai lapar. Dan akhirnya sekitar jam 5 sore kami naik kapal dan kembali ke Pelabuhan Muara Angke. Perjalanan kali ini hanya sekitar 1.5 jam tetapi karena kapalnya cepat jadi goncangannya pun lebih terasa dibanding kapal yang sebelumnya kami naiki. Dan tetap dinikmati saja goncangannya. Bersyukur kami tiba di Pelabuhan Muara Angke sehat sempurna. Dan penuh dengan damai sejahtera, sukacita surga.


Image may contain: Abigail Donna Yusti, Vinita Vindriany and Aliam Sutedja, people smiling, people sitting and outdoor




Image may contain: Abigail Donna Yusti and Aliam Sutedja, people smiling, people sitting, sky and outdoor

Puji Tuhan saat di pelabuhan Muara Angke matahari hampir terbenam jadi kami bisa menikmati dulu keindahan alam yang Tuhan berikan sambil berfoto-foto ria. Terimakasih Tuhan buat segala kebaikan dan anugerah-Mu yang begitu luar biasa dalam hidup kami. Kami sungguh bersyukur buat segala berkat dan kasih setia-Mu yang kami rasakan. Terimakasih untuk perjalanan kami ke Pulau Tidung. Biarlah segala puji hormat dan kemuliaan bagi nama-Mu Tuhan.

God bless!

Image may contain: Abigail Donna Yusti and Aliam Sutedja, people smiling, people standing, sky and outdoor

Selasa, 10 April 2018

Charger Jatuh Di Jalan

Very late post, seinget saya udah di post ternyata belum.. Ini kejadiannya malah udah beberapa bulan yang lalu. 😚😚

Pagi itu saya dari mess menuju kantor naik motor. Saya bawa paper bag dan waktu di jembatan deket Baywalk paper bagnya jebol sehingga semua isinya berhamburan di jalan raya yang saya lewatin.
Langsung turun dari motor dan panik karena saya lagi bawa shampoo sama conditioner punya bos dan semuanya ikut terjatuh di jalanan dan bahkan ada 1 botol yang terlindas mobil sampai pecah. 😓😢😭😔

Saat itu ada 1 orang bapak satpam dari PLTU yang bantu mungutin barang-barang saya dari jalan raya tersebut. Saya samperin bapak tersebut dan dia berikan semua barang-barangnya ke saya. Setelah itu sayapun melanjutkan perjalanan saya ke kantor. Sempet juga ada intimidasi yang coba menghilangkan damai sejahtera saya pagi itu. Seperti terus coba membuat saya mengklaim bahwa itu adalah hari sial saya. Tapi saya hanya tetap diam. Hanya dalam hati rasanya memang tidak enak akibat kejadian itu. 😁😢

Sampai di kantor saya minta maaf sama bos karena ada 1 botol yang terlindas dan pecah. Puji Tuhan bos tidak marah sama sekali. Lalu saat saya mau charge hp saya karena lowbat, saya coba cari chargernya dan saya baru sadar kalau chargernya itu juga ada di dalam paper bag yang jebol tadi. Tapi waktu terjatuh tidak kelihatan dan barang yang diberikan oleh satpam tadi juga tidak ada chargernya.

Tambah deh intimidasi itu datang. Saya teringat adik saya bilang kalau charger hp saya itu mahal harganya. Bisa mencapai 400-500ribu rupiah. Rasanya hati saya terus coba diganggu dengan hal tersebut. Ada kesedihan juga secara itu cukup lumayan harga chargernya. Lumayan nyesek juga kalau sampai hilang.

Kebetulan waktu itu saya ada tugas ke bank. Setelah itu saya bilang ke supir bos saya coba kita ke arah jembatan Baywalk, saya ceritain kejadian tadi pagi itu. Jadi saya penasaran pengen coba cek di jalanannya mana tau ada chargernya. Supir bos saya bilang, "kalau dari tadi pagi udah ga ada mah palingan juga udah diambil orang kali chargernya".

Dan memang rasanya benar banget yang dibilang supir bos saya itu. Mungkin memang pas pagi itu ada yang langsung ambil chargernya pas liat makanya bapak satpam itu juga tidak menemukan chargernya itu dan diberikan ke saya.

Tapi akhirnya kami tetap juga cek ke jembatan baywalk itu dengan mobil bos saya. Saya celingak-celinguk dari dalam mobil untuk liat apakah ada chargernya. Dan sepanjang mata saya memandang tidak ada chargernya. Kemudian supir bos saya menghentikan mobilnya di depan PLTU. Saya masih liat kanan kiri dari jendela dalam mobil. Lalu supir bos saya bilang kalau mau cari turunlah. Saya seperti tersadar dan dalam hati mikir iyah juga yah. Akhirnya saya pun keluar dari mobil. Saya coba menyusuri jalanan dan jembatan itu. Tapi tetap tidak ada chargernya. Saya terpikir mungkin Tuhan ingin saya doakan tempat ini. Biasanya kalau saya lagi nyasar atau ke tempat yang belum pernah saya datangi, saya diingatkan untuk mendoakan tempat tersebut. Jadi akhirnya saya doakan PLTU dan sekitarnya. Saya lepaskan berkat Tuhan atas tempat tersebut dan orang-orang yang bekerja disana.

Lalu saya lihat ke dalam PLTU ada 3 orang bapak-bapak satpam sedang berbincang-bincang. Saya coba lihat ke arah bapak-bapak satpam terus tapi saya tidak ingat sama sekali wajah bapak satpam yang tadi pagi bantuin saya. Saya ragu banget untuk masuk menanyakan ke dalam. Jadi saya hanya berdiri di dekat pintu gerbang masuk PLTU tersebut. Ragu banget untuk masuk dan menanyakan hal tersebut.

Setelah beberapa lama akhirnya ada 1 bapak keluar dari dalam PLTU itu naik motor. Dia menanyakan saya ada apa. Saya ceritain kejadian tadi pagi dan saya bilang mau tanya apa ada yang lihat chargernya karena tidak ada saya bilang. Lalu bapak itu bilang, "Ya udah masuk aja ke dalam". Akhirnya sayapun memberanikan diri untuk masuk ke dalam PLTU itu dan menyapa bapak-bapak satpam yang di dalam itu. Saya ceritain kejadian tadi pagi, dan saya menanyakan, "apakah bapak ada lihat charger saya?", tidak disangka bapak satpam itu langsung jawab, "oh iyah ada". Sambil menuju lacinya dia tanya chargernya apa. Saya bilang charger Oppo pak. Dan dia langsung berikan chargernya kepada saya. Pas saya lihat BENER itu charger saya. 😍😍😍😚😚😚😂😂😂

Ahhhhhhhhhhh SENANG, LEGA, AMAZED, TERHARU BANGET pas dapet chargernya balikkkk.. BERSYUKUR bangettttt masih bisa dapetin lagi chargernya dan ga nyangka juga bisa balik. 😍😍😚😚😂😂😢😢

Pas disitu Tuhan kayak bilang ke saya, "See, charger aja yang buat kamu itu cukup berharga karena harganya cukup mahal, bisa kan Aku jagain dan balikin walaupun udah sempet hilang. Apalagi hal lain yang buat kamu jauh lebih berharga. Kayak orang-orang yang kamu sayangi, pasti Aku lebih jagain". 😭😭😍😍😘😘😇😇

Huhuhuhu terharu bangetttt sampe speechless deh kalo Tuhan udah ngomong kayak gitu. Dia paling mengerti bangettt gimana cara menguatkan dan mengingatkan saya, kalau saya harus terus PERCAYA dan PERCAYA, Tuhan akan buat semuanya indah pada waktuNya. THANK YOU SO MUCH my beloved JESUS!! You are such a wonderful God. i'm so blessed to have YOU in my life. 😍😍😘😘😇😇

Lukas 1:37
"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

All the glory to our amazing God!! God bless you!!😇😇